Proyek Sumur Bor DD di Desa Taddan Sampang Belum Bisa Difungsikan

SAMPANG – Pembangunan sumur bor yang berlokasi di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang yang dialokasikan melalui Dana Desa (DD) sebagaimana telah selesai beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih menyisakan keluhan di kalangan masyarakat lantaran tak bisa difungsikan.

Pasalnya, proyek sumur bor tersebut telah selesai seperti biasanya dan sangat menjadi harapan masyarakat sekitar. Namun, hal itu terus menjadi keluhan masyarakat ketika salah satu item pekerjaan tidak ada sehingga tak dapat difungsikan, Senin (28/01/2019).

Salah satu keluhan itu disampaikan Bu Iis, warga setempat sekaligus pemilik lahan ini menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu proyek itu sudah keluar air saat masa pengerjaan. Namun, menurutnya hal itu menjadi punah saat mesin yang diduga pinjam dikembalikan.

"Ini waktu masa pengerjaan airnya ada mas dan hidup. Namun, setelah itu mesinnya dikembalikan karena kayaknya mesin itu pinjam untuk memasang keramik itu," kata Bu Iis pada awak media.

Dijelaskan Bu Iis, pihaknya saat ini untuk mendapat air mengangkut dari rumah tetangganya yang agak jauh menggunakan Drum kecil. Karena menurutnya hanya di sana yang ada air dan tidak bisa ditarik dengan pompa lantaran posisi rumah Bu Iis yang berada di atas gunung. 

"Adanya proyek ini sangat membuat kami bahagia mas karena menurut kami cuma dari sana kami bisa menikmati, itu juga lahan kami dan kami tidak meminta apa-apa. Tapi nyatanya itu tidak berfungsi, kami sekarang mengangkut air dari bawah mas," tegas Wanita pemilik lahan ini.

Sementara pihak-pihak yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan belum ada yang bisa dikonfirmasi mengenai program yang dinilai "mangkrak" tersebut. Namun, beberapa waktu lalu Kasi PMD Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang Ismail, SE., pada awak media menyampaikan bahwa memang ada beberapa kegiatan yang belum selesai, pihaknya juga mengaku tidak tau atas adanya pekerjaan buruk di lapangan.

"Memang beberapa pekerjaan ada keterlambatan karena pencairan DD baru cair di pertengahan November kemarin. Sehingga memang ada kendala, tapi yang jelas semua DD diselesaikan dengan baik," katanya.

Disinggung mengenai pembangunan DD yang Diduga mayoritas asal jadi, pihaknya mengelak dan mengaku belum pernah menemukan pekerjaan yang sedemikian rupa. Saat ditanya mengenai pengawasan DD apakah ada atau tidak ia mengaku ada dari pihak pembina.

"Untuk pekerjaan DD buruk kami belum pernah menemukan, kami selaku pembina juga memberikan pengawasan dan saran mengenai pembangunan prioritas dari pemerintah Desa," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar