Pemprov Jatim Dukung Pengembangan Sains dan Teknologi Berbasis IT

SURABAYA,   Minat sains dan teknologi di kalangan anak-anak di Jatim relatif tinggi, bahkan semuanya sudah menggunakan Informasi Teknologi (IT) dalam implementasinya di sekolah. Untuk itu, Pemprov Jatim akan mendukung pengembangan sains dan teknologi berbasis IT.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menjadi narasumber TVRI Merajut NKRI dengan tema "Pengembangan Sain dan Teknologi" di TVRI Jawa Timur, Jl. Mayjen Sungkono No. 124, Surabaya, Rabu (21/5) malam.

Dikatakan, untuk mendukung pengembangan sains dan teknologi berbasis IT Dinas Pendidikan Prov. Jatim telah menggelar event atau kompetisi guna meningkatkan kemampuan generasi muda. Salah satunya, melalui kompetisi lomba robotika pada tingkat SD-SMA dan SMK serta lomba desain web bagi sekolah menengah. "Kami ingin pengembangan sains dan teknologi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Pakde Karwo biasa ia disapa menjelaskan, saat ini komposisi jumlah SMK di Jatim 65 % berbanding 35 % untuk SMU. Jumlah ini akan ditingkatkan menjadi 70% SMK dan 30% SMU. Bahkan, pada tahun 2015, Dinas Pendidikan telah melakukan moratorium pendirian SMU baru agar siswa memiliki kompetensi yang bisa terserap dipasar kerja.

Dukungan lain juga dibuktikan oleh Pemprov Jatim dalam peningkatan sains dan teknologi, dengan cara menyinergikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berbasis rekayasa dengan perguruan tinggi yang memiliki fakultas sains dan teknologi yang ada di Jatim. Diharapkan, fakultas sains dan teknologi dapat menjadi pengampu bagi keberadaan sekolah sains dan teknologi yang ada di Jatim.

"Saya mengusulkan kepada Pak Mendikbud, agar fakultas-fakultas di perguruan tinggi yang memiliki jurusan sains dan teknologi, agar menjadi pengampu bagi SMK yang berbasis sains dan teknologi," imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai, penerapan sains dan teknologi bagi NKRI dan Pancasila, Pakde Karwo menyatakan bahwa implementasi dari working ideology dalam Pancasila harus tampak. Artinya, rasa cinta terhadap tanah air Indonesia harus tertanam oleh generasi muda kita.

Menurutnya, peran guru dan keluarga menjadi faktor utama dalam menggelorakan kembali cinta tanah air sekaligus dapat membentengi anak dari dampak kemajuan teknologi yang begitu pesat.

"IT yang akan membuat seseorang menjadi luas pengetahuan. Untuk itu, pembatasan informasi di media sosial yang tidak produktif menjadi bagian dari pemerintah untuk melakukan intervensi. Kita harus memanfaatkan IT dalam rangka kepentingan nasionalisme sekaligus peningkatan produktivitas kita," tegasnya.

Turut mendampingi Gubernur Jatim anatar lain Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim dan Kepala Biro Humas dan Protokol Jatim.

Optimalkan Kemajuan Teknologi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Muhadjir Effendi mengatakan, pemerintah akan mengoptimalkan kemajuan teknologi. Caranya dengan memberi kesempatan kepada generasi muda Indonesia untuk berkreasi dan menciptakan inovasi inovasi baru pada bidang sains dan teknologi.

Pemerintah juga terus menggelar kompetisi dan lomba – lomba dari berbagai jenjang yang diikuti oleh sekolah sekolah yang ada di provinsi/kabupaten/kota. Sekolah sekolah yang menang dalam perlombaan akan dilombakan hingga tingkat nasional hingga Asean.

Guna memajukan teknologi, pemerintah lanjut Mendikbud juga akan mendorong peningkatan jumlah SMK dari 60 % berbanding 40 % untuk jenjang SMU. Peningkatan jumlah SMK ini diharapkan memberi efek positif bagi kreatifitas anak diseluruh Indonesia karena pada jenjang ini mereka memiliki kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia industri.

Mendikbud berharap agar sains dan teknologi dapat berkembang sesuai dengan nilai nilai Pancasila. Generasi muda harus memanfaatkan teknologi secara baik yang bertumpu pada setiap nilai-nilai Pancasila.

Sementara itu, Penggagas Penghargaan Sains pada anak sekaligus Ketua Bidang Iptek pada Kadin Indonesia Vidjongtius mengatakan bahwa kreatifitas dan pengembangan sains dan teknologi pada anak harus ditanamkan sejak dini.

Sejak tahun 2007, pihaknya telah memotivasi siswa SD di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Salah satunya, yakni menciptakan alarm sistem guna mengetahui dampak dari kebakaran hutan. Contoh lainnya, yakni inovasi alat pemetik buah yang dilatar belakangi oleh buah yang sudah matang kemudian jatuh ketanah hingga akhirnya rusak.

"Inovasi sains dan teknologi seperti inilah yang akan menumbuhkan kebhinekaan baru. Dari pemikiran sederhana seperti ini akan muncul ide-ide baru yang akan kita pamerkan hingga ke pelosok nusantara," tegasnya. (rr). 

0 komentar:

Posting Komentar